• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Nasional
  3. Polresta Kediri Terus Dampingi Warga Kediri y..

Polresta Kediri Terus Dampingi Warga Kediri yang Selamat Dari Ricuh Berdarah di Wamena

Umam 10 October 2019 (09:35) Nasional

img

Polresta Kediri, Setiap orang pasti mempunyai niat untuk menjadi sukses dan membanggakan keluarga. Niat itu yang mendorong Abu Rohman warga Kelurahan Kaliombo Kecamatan/Kota Kediri menjadi perantau ke Provinsi Papua. Namun apa daya, kerusuhan yang pecah memudarkan angan-agannya dan memutuskan untuk kembali ke Kota Kediri.

Abu, sebelumnya sehari-hari menjadi pengemudi truk bermuatan sembako di area Kota Kediri dan beberapa kota dan kabupaten lainnya. Awal April, salah satu temannya memutuskan untuk mengajak merantau ke Papua tepatnya di Wamena, diapun mengiyakan ajakan temannya itu dengan harapan lebih sukses dan mendapat rejeki yang lebih baik.

Setelah tiba di Wamena, laki-laki berusia 29 tahun ini kembali dipercaya untuk mengambil barang-barang dari Bandara, karena sudah sering mengemudikan truk dan mengetahui barang apa saja yang dipesan. “Barangnya sembako, seperti minyak dan beras. Bos saya itu di sana sebagai agen, jadi saya juga tinggal di ruko bersama bos,” tuturnya.

Kehidupan yang dirasa aman, nyaman, dan damai selama 6 bulan terakhir, tiba-tiba mulai muncul konflik serta demo di beberapa tempat. Kata Abu, justru bukan masyarakat yang berada di sekitar tempat tinggalnya yang mulai demo, tapi masyarakat dari daerah atas (pegunungan). Mereka tidak hanya demo, beberapa dari mereka mulai melempari batu.

Sasaran lemparan masyarakat yang terlihat emosi bukan hanya kantor saja, rumah dan toko pun tak luput dari amukan. “Aslinya di sana itu nyaman, masyarakatnya juga baik. Sudah seperti di kampung halaman sendiri, tapi saat mulai kerusuhan, kondisinya mencekam. Semua warga pendatang takut, khawatir kalau menjadi korban kerusuhan,” tuturnya.

Karena, warga yang demo tidak cukup melempari batu dan merusak bangunan, mereka mulai membuka botol bensin yang dijual eceran dan membakar bangunan. Tidak sedikit dari mereka yang membawa perlengkapan seperti di medan perang, ada yang membawa panah, parang, dan bebrala dari mereka juga membawa senjata api.

Menurutnya, warga pendatang mulai dikumpulkan oleh petugas TNI dan Kepolisian, Koramil, Kodim, Polres, serta Polsek menjadi tempat mengungsi dan satu-satunya tempat paling aman saat kerusuhan mulai terjadi. “Kebetulan saya bersama paguyuban warga pati (PWP), jadi masyrakat Jawa mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, semua berkumpul dan saling membantu,” ujarnya.

Anak kedua dari dua bersaudara ini, hanya bisa membawa telepon genggam dan charger serta baju yang dipakai saat menyelamatkan diri. Surat-surat berharga seperti ijazah, kartu keluarga (KK), akta kelahiran, akta nikah, dan KTP ludes terbakar. Karena, toko yang menjadi tempat tinggalnya selama bekerja tak luput dari amukan pendemo.

Selain surat-surat berharga, uang yang dikumpulkan juga ikut terbakar. “Uang untuk modal toko sekitar Rp 300 juta juga terbakar, belum lagi barang-barang yang baru datang. Padahal, rencana saya di sana sampai dua tahun ke depan, tapi bagaimana lagi, namanya juga musibah,” ucapnya.

Perjuangan Abu masih terus berlanjut, pengungsi dibagi menjadi beberapa kloter untuk dipulangkan ke daerah masing-masing. Saat itu, dia mendapat kesempatan untuk pulang lebih awal, salah satu temannya yang juga berasal dari Kota Kediri, sampai saat ini masih dalam perjalanan pulang.

Ini hal yang lumrah bagi Abu, pasalnya dia memerlukan waktu lebih dari 10 hari untuk bisa menapakkan kaki di Kota Kediri. Dari Wamena, transit ke Timika lalu terbang menggunakan pesawat Hercules menuju Ambon, Makasar, Bali, Semarang, dan terakhir di Madiun. Selama perjalanan, tetap PWP dan petugas yang memenuhi semua keperluannya.

Abu baru memberitahu kakaknya, Aswanto ketika di tengah-tengah perjalanan tepatnya di Tol Kertosono. Untuk memulihkan diri dari trauma yang dirasakan, dia mendapat terapi dari psikolog dan petugas kesehatan dari Puskesmas Ngronggo dan Rumah Sakit (RS) Gambiran serta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri.

Dia juga mencari kesibukan sehingga tidak mengingat kejadian selama di Wamena, saat ini mengurus surat-surat seperti akta nikah untuk menyibukkan diri. Meskipun pemberitaan yang memuat kondisi Wamena sudah kondusif, Abu enggan kembali ke sana. “Nggak, cari kerja di sini saja. Teman-teman dan warga lainnya juga tidak ingin kembali, mereka masih trauma,” imbuhnya


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

12rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :