Istri Bunuh Suaminya dengan Alu, Kapolres Probolinggo : Pelaku Kerap Mendapat Perlakuan Kekerasan
Bhayangkaranews.com, Probolinggo - Kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi dalam setiap pasangan yang sudah tidak merasakan keharmonisan, Semakin lama usia pernikahan, akan semakin banyak atau kerapkali masalah rumah tangga kerap kali muncul dalam setiap pasangan yang menjalaninya.
Kali ini terjadi di daerah Probolinggo, yang dialami pasangan Sukanti, 45, seorang istri tega membunuh suaminya, Toyaman setelah bertengkar sebelumnya.
Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto menggelar Konferensi pers, "Pernikahan yang sudah memasuki tahun kesepuluh dalam berumah tangga, Sukanti tega mengakhiri hidup Toyaman yang tidak lain adalah suaminya sendiri."
"Dengan menggunakan alu, yaitu alat penumbuk jagung. Sukanti memukul kepala suaminya berkali-kali saat sedang tertidur." terang Eddwi.
Alasan dia melakukan hal nekat tersebut adalah, selama lima bulan terakhir ia sangat tertekan dan kerap mendapat perlakuan kekerasan.
"Puncaknya, adalah adu mulut terakhir, Minggu (2/9) pukul 23.00. Ketika itu Toyaman mengancam akan mencekik Sukanti."
Mendengar ancaman itu, Sukanti pun tak bisa tidur nyenyak, karena merasa ketakutan dan terancam oleh suaminya. Dalam kekalutannya itu malah timbul niat untuk balas menyakiti Toyaman.
"Saya takut pak, dan khawatir saya akan dicekik sampai mati." ujar Sukanti dengan suara gemetar dan penuh penyesalan dihadapan petugas.
Disela gelar, Pelaku memperagakan kejadian dihadapan Kapolres probolinggo dan media yang meliput.
"Senin (2/9) dini hari, sekira pukul 03.00 Sukanti pun mengambil alu yang tersimpan di bagian belakang rumahnya. Penumbuk jagung dari kayu sepanjang lebih dari satu meter itu kemudian dipukulkan berkali-kali pada kepala suaminya yang tengah terlelap. Alhasil Toyaman meregang nyawa seketika." Urai Eddwi
Tanpa menunggu waktu lama, Sukanti kemudian melaporkan kejadian itu pada Carik Desa Sumberanom, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.
"Mendengar kejadian itu, Carik Desa melapor ke Polsek Sumber. Anggota kami langsung datang dan melakukan penangkapan yang dipimpin Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto." Ucap Eddwi
Sementara Sukanti diamankan, jasad Toyaman dibawa ke RSUD Dr Mohamad Saleh, Probolinggo untuk dilakukan visum.
"Dari kejadian ini, ada hal yang bisa kita jadikan hikmah dan pelajaran dalam hidup berpasangan. Saling menjaga emosi serta menghargai pasangan adalah suatu hal yang utama untuk tetap menjaga ikatan pernikahan yang sakral." Pesan Kapolres Probolinggo lulusan AKPOL 2000 ini.
"Selalu berpikir panjang dalam melakukan segala hal, karena efek dari sesuatu yang kita lakukan apapun itu kelak pasti akan ada efeknya. Jangan sampai ada penyesalan yang muncul terakhir, terhadap segala hal yang kita lakukan." Pungkas AKBP Eddwi Kurniyanto. (Yudha / MK)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



