Kapolresta Kediri Hadiri Pembukaan Pameran Dan Bursa Keris Tingkat Nasional
Polresta Kediri - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar secara resmi membuka Pameran dan Bursa Keris di Kediri Town Square (Ketos) Matahari Kediri, Jumat (16/8). Kegiatan dihadiri seluruh jajaran Forkopimda Kota Kediri dan Wasekjen Senapati Nusantara.
Kegiatan rutin tahunan Paguyuban Tosan Aji dan Keris Panji Joyoboyo Kediri ini mengambil tema “Panjalu Jayati” yang memiliki arti Kediri menang. Yakni berdasarkan Prasasti Hantang (1135 M) penyatuan Jenggala dan Panjalu menjadi satu kerajaan yang utuh yakni Panjalu /Khadiri di era Prabu Joyoboyo.
Kegiatan pembukaan diawali dengan pembacaan doa oleh Gus Anton Lukman Hadi, diteruskan sambutan Ketua Paguyuban Panji Joyoboyo, Imam Mubarok atau biasa dipanggil Gus Barok dan didampingi seluruh pengurus dan panitia pameran.
“Kenapa Panjalu Jayati, ini merupakan tema persatuan dan kesatuan yang digaungkan Prabu Joyoboyo. Tema inilah yang kita angkat untuk memunculkan keris-keris tangguh / era Khadiri. Selain pameran keris kurang lebih 300 bilah. Kegiatan pameran dan bursa Keris juga diisi kegiatan diskusi tentang keris kepada para pelajar,” kata Gus Barok.
Setelah sambutan Ketua Paguyuban kegiatan selanjutnya adalah penyerahan sertifikat penghargaan kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar oleh Wasekjen Senapati Nusantara , Nurjianto.
“Pemberian penghargaan ini dikarenakan Walikota Kediri selalu mendukung dan memfasilitasi pelestarian tosan aji nusantara,” kata Nurjianto yang juga wakil Sekjen Senapati Nuantara.
Setelah pemberian penghargaan kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Walikota Kediri. Dalam sambutannya ditegaska betapa pentingnya pelestarian keris sebagai warisan dunia yang telah diakui oleh Unesco.
“Melihat keris tidak hanya dilihat dari sisi mistisnya, namun ada yang lebih penting selain estikanya yakni makna filosofinya. Apalagi Unesco telah mengakui keris sebagai a masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity (karya agung lisan tak benda barisan kemanusiaan) tahun 2005. Dan Alhamdulillah di Kediri kegiatan ini sudah beberapa kali kita gelar. Dan tahun 2019 kembali digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1140 ini,” kata Mas Abu panggilan akrab Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar.
Usai launching dilanjutkan pembukaan pameran dan keliling ke lokasi pameran melihat keris sekaligus menyapa para pembursa yang hadir dari seluruh Indonesia. Dan ditutup dengan tarian Saiyeg Saeko Proyo karya koreografer Lina Candra Sari dari SMP Pawyatan Dhaha I Kota Kediri.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Asisten Pemkota Kediri, Kasatker, Humas PT Gudang Garam , Pimpinan sejumlah bank, OJK, pengurus Senapati Nusantara dan juga perwakilan paguyuban. (res|aro)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



