Ketua Panitia Surabaya Marathon 2019 Bantu Dua Pelari Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung
Surabaya - Ketiga kalinya Event Internasional Surabaya Marathon 2019 yang digelar membawa kenangan dan kabar duka bagi pecinta olahraga lari.
Dua Peserta yang mengikuti Kategori 10K terjatuh dan pingsan hingga tidak tertolong dalam perjalanan menuju Rumah Sakit. Minggu (04/08/19).
Surabaya Marathon 2019 melombakan kategori nasional, open dan master (usia 40 tahun keatas) dalam empat kategori jarak: full marathon (42,2km), half marathon (21,1km), 10km dan 5km dengan peserta dari Seluruh warga Indonesia dan mancanegara.
Ini data kedua pelari yang meninggal itu adalah Husnun Nadhor Djuraid (60), warga Kota Malang, Jawa Timur, dan Oentong P Setiono (55), warga Kelapa Gading, Jakarta.
"Pelari 1 (Husnun) terjatuh di Jl. Pemuda (depan Bank BTPN) lalu dibawa ke RSUD Dr. Soetomo oleh PMI Kota Surabaya. Pelari 2 (Oentong) terjatuh di Jl. Basuki Rahmat lalu dibawa ke RSUD Dr. Soetomo oleh TGC Pusat. Kedua korban meninggal dunia setelah tiba di RSUD Dr. Soetomo," Urai Kabid Kedaruratan dan Logistik BPB Linmas Kota Surabaya, secara tertulis.
Bentuk empati dilakukan ketua panitia Surabaya marathon Fransisca Budiman mengatakan Kehadiran Kami untuk mengucapkan belasungkawa.
"Tadi kami mengurus jenazah almarhum dari Rumah Sakit sampai dibawa pulang ke rumah duka." ucap Fransisca.
"Kami akan menanggung semua biayanya juga memberikan santunan di luar asuransi". Tambahnya.
"Kami dari panitia turut berduka cita atas kejadian ini, dan kami membantu mengurus jenazah almarhum di RS". Tutup Fransisca Budiman kepada media.
Pernyataan terbuka juga dari Putri korban, Amalia Kautsariah menceritakan bahwa ayahnya tersebut berangkat menuju Kota Pahlawan untuk mengikuti ajang Surabaya Marathon menggunakan bus.
"Kemarin siang ngebus sendiri. Mau ikut marathon 10 kilometer pamitnya. Tadi jatuh langsung dari medis langsung ambulans. Resusisasi Jantung Paru (RJP) tidak respons, masuk IGD diadrenaline juga gak respons," katanya, Minggu (4/8/2019).
Putri almarhum Wartawan senior Husnun, mengaku korban meninggal saat berlari dengan jarak sejauh 8 kilometer dan diketahui memang memiliki riwayat penyakit jantung.
"informasinya tadi sempat jatuh saat lari sampai di 8 kilometer. Terus langsung dari tim medis dibantu dibawa ke ambulance dan waktu di resusitasi jantung paru (RJP) tidak merespons. Waktu masuk IGD juga tidak merespons," Kata Amalia.
Setahun lalu korban pernah dirawat di rumah sakit dan didiagnosa sakit jantung setelah bermain tenis. Namun, setelah kondisinya pulih, korban kembali ikut ajang lomba Marathon.
"Memang (bapak) punya riwayat jantung. Tapi sudah sembuh, terus sempat ikut Borobudur dan Prambanan Marathon tahun lalu sampai finish 10 K. Tahun ini (lari marathon) di Surabaya," tutur dia.
Jenazah Husnun akan dibawa ke rumah duka di Perumahan Srikandi, Jalan Digul 2, Kelurahan Banul Rejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur untuk dimakamkan di sana.
Sementara itu, jenazah Oentong P Setiono akan dimakamkan di Solo.
Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Muhammad Akhiyar membenarkan kejadian ini jika ada peserta lari 10k berasal dari luar Surabaya yang beralamat Malang dan Solo telah meninggal dunia.
"Informasi dari keluarga jika Husnun Nadhor Djuraid (60), warga Kota Malang, Jawa Timur, ada riwayat penyakit jantung." ucap AKP Muhammad Akhiyar.
"Saat ini Satreskrim Polrestabes Surabaya masih dalam penyelidikan tentang Kematian peserta Surabaya Marathon. " Pungkasnya
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



