Tangkap Pelaku Penganiaya Pasutri, Diduga Motif Dendam Pribadi
Polresta Kediri, Pasangan suami istri (pasutri) warga Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri bernama Tri Winarti (35) dan suaminya Didik Suharfandi (40), terkapar dibantai tetangganya, Ketut Winarno (43), Rabu (24/7).
Kapolsek Pesantren, Kompol Paidi Sadiarto melalui Kanit Reskrim Iptu Panggayuh Sulistyo menjelaskan, kejadian pembantaian terhadap pasutri terjadi di teras rumah Tari (48) tetangga korban, sekitar pukul 08.10 WIB. “Dari keterangan para saksi dan korban, kejadiannya secara tiba-tiba. Berawal saat korban (Didik) akan berangkat kerja,” jelasnya.
Mengetahui korban hendak berangkat kerja, lanjutnya, pelaku segera menghampiri dan menodongkan parang ke arah korban. Tanpa basa-basi, pelaku langsung mengayunkan parang ke tubuh korban beberapa kali. Korban lainnya (Winarti), yang melihat kejadian tersebut sontak menghampiri suaminya. Berniat untuk melindungi, justru Winarti turut menjadi korban.
Menurut Panggayuh, kedatangan Winarti tak menyurutkan niat pelaku untuk menyabetkan parang ke arah korban (Didik). Korban yang panik mendapat serangan terus menerus dari pelaku, mencoba menyelamatkan diri. Pelaku yang masih emosi, mencoba mengejar korban namun warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melerai keduanya.
Dikatakan, pelaku segera diamankan oleh warga sekitar dan segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Pesantren. “Kami segera menuju tempat kejadian perkara (TKP), pelaku dan kedua korban segera dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk mendapat perawatan akibat luka bacokan,” ucapnya.
Korban Didik, sambungnya, menderita luka sobek di bagian kedua paha, dan telapak tangan sebelah kiri. Sedangkan korban Winarti, menderita luka sobek pada kepala bagian depan (kening) dan belakang. Pelaku pun juga mengalami luka pada bagian kaki sebelah kiri, luka tersebut karena pelaku mencoba membacok korban dan mengenai kakinya sendiri.
Dijelaskan, untuk motif penganiayaan tersebut didasari masalah pribadi antara pelaku dan korban. Pelaku yang menaruh dendam tanpa pikir panjang membawa sebilah parang dengan ukuran panjang kurang lebih 60 sentimeter untuk melukai korban.
“Sementara ini, dugaan kami karena masalah keluarga. Karena baik pelaku dan korban ternyata masih ada hubungan saudara, kami juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami kasus ini,” pungkasnya.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



