Bank Sampah dan Komposter Media Efektif Mengurangi Timbulan Sampah
Japan Asri-Mojokerto.Warga RT.007/RW 013 Desa Japan Kecamatan Sooko Mojokerto patut berbangga adanya inisiatif dari para pegiat lingkungan yang peduli dengan persoalan sampah yang ada disekitarnya.Wujud nyata itu terejahwantahkan dalam bentuk bank sampah dan komposter sebagai media untuk mengurangi timbulan sampah yang ada di area perumahan.
Karina Norhadini koordinator pengelola bank sampah dan komposter menuturkan bahwa, mengurangi sampah terutama yang sulit didaur ulang seperti plastik bisa dilakukan semua lapisan warga.Untuk itu kebiasaan mengurangi penggunaan plastik harus terus ditumbuhkan. Lebih lanjut istri dari Achmad Dwiyan Sophian itu menyampaikan, harus diakui sampai saat ini peran serta masyarakat secara umum hanya sebatas pembuangan sampah saja, belum sampai pada tahapan pengelolaan sampah yang dapat bermanfaat kembali bagi masyarakat.Oleh sebab itu kehadiran bank sampah dan komposter sangat penting untuk manajemen sampah dan sarana literasi ekologis di kawasan perumahan ini.
Ajakan ibu dua anak ini tentu sangat positif mengingat keberadaan bank sampah merupakan media yang sangat efektif dalam pemilahan dan pengelolaan sampah terutama sampah plastik. Pada level nasional keberadaan bank sampah ternyata memberi kontribusi yang sangat signifikan pada penuruan timbulan sampah.
Ketika memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Jakarta hari Rabu (20/2/2109) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) merilis data bahwa persentase komposisi sampah plastik tahun 2018 mencapai 15 persen. Angka tersebut berkurang 1 persen dari tahun 2017. Jika dikorelasikan dengan timbulan sampah yang mencapai 65,79 juta ton pada 2018, jumlahnya menjadi besar. Penurunan timbulan sampah plastik ini diperoleh melaui kerja keras berbagai pihak dengan kontribusi terbesar dari bank-bank sampah yang ada.
Diretur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar pada peringatan HPSN tersebut menyampaikan bahwa komunitas-komunitas bank sampah yang mengumpulkan smpah terutama plastik yang bernilai jual dan bisa didaur ulang meruapak langkah preventif yang baik untuk mencegah plastik terlepas ke lingkungan atau tempat pemrosesan terakhir (Kompas 21/2/2019)
Perihal komposter,Karina kembali menjelaskan bahwa komposter merupakan alat yang digunakan untuk membantu kerja bakteri pengurai aneka material organik berupa sampah dan limbah menjadi bentuk baru. Limbah yang dimaksud antara lain kulit, telur, sayur mentah, nasi basi. Dalam proses pengolahan, komposter juga diisi dengan daun kering sebagi penetral keasaman dan kelembaban sampah basah. Proses pengelolaan sampah dan limbah hingga menjadi kompos berlangsung selama 6 bulan.
Perempuan lulusan Public Relations Bina Sarana Informatika (BSI) Jakarta tahun 2009 itu mengajak semua warga yang mendiami perumahan blok HH untuk mulai melakukan manajemen sampah mulai dari rumah melalui proses pemilahan kemudian dibawaa ke bank sampah dan komposter yang ada sehingga persoalan tentang sampah bisa teratasi dengan baik dan kembali memberi manfaat untuk manusia juga (John Lobo)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



