Dedyk Pemuda 26 Tahun Pacari Nenek –Nenek 75 Tahun, Kemudian Membunuhnya
Polresta Kediri – Umumnya pria lebih memilih wanita yang usianya lebih muda darinya. Selain lebih menarik, pria memiliki kecenderungan untuk mengayomi maupun mendominasi.
Lain halnya kisah asmara Dedyk Asmawan alias Glowor (26) warga Dusun Kauman RT.02 RW.03 Desa/Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Dedyk justru memacari Sukinem alias Mbah Menthil (75) pencari rosok warga Desa Kembangan RT.02 RW.04, Kecamatan Sukomoro, Kabupayen Magetan, yang sehari-hari berdomisili di Kios Pasar Setono Betek Kota Kediri.
Dari keterangan Dedyk kepada penyidik mengakui kenal dengan Mbah Sukinah alias Mbah Mentil sejak tahun 2013. Selang 10 hari dari perkenalannya tersebut Dedyk melakukan hubungan badan pertama kali dengan Mbah Mentil di tempat kos Mbah Mentil. Dan setelahnya hubungan terus berlanjut.
Dedyk juga mengakui setelah berhubungan badan selalu diberi uang oleh korban. Kadang Rp 10.000, Rp20.000, dan juga pernah Rp50.000. Dan setiap kali usai berhubungan Dedyk dibelikan makan , begitu juga saat lebaran Dedyk diberi uang THR.
Tersangka melakukan hubungan badan dengan Mbah Mentil paling sedikit 3 kali dalam sebulan. Sayang cinta terlarang yang terjalin sejak 2013 itu berujung maut, sang kekasih yang pastas menjadi neneknya itu tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri.
Kasus cinta terlarang dan berujung maut ini terjadi pada 28 Januari 2019. Selama hampir dua minggu polisi berusaha mengungkap mesteri ini . Hingga pada Rabu (13/2) pelaku dan motif pembunuhan yang dilakukan berhasil diuangkap.
“Satreskrim Polresta Kediri pada hari Rabu tanggal 13 Februari 2019 sekira pukul 02.30 WIB telah berhasil ungkap kasus pembunuhan yang disertai dengan perbuatan pidana lainnya atau pencurian dengan kekerasan, yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H , Kapolresta Kediri seperti dikutip dari merdeka.com
Ditambahkan AKBP Anthon, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan dari hasil penyelidikan, didapatkan informasi bahwa korban memiliki kekasih gelap atas nama Dedyk.
“Selanjutnya dilakukan pencarian terhadap Dedyk diwilayah Pagu Kabupaten Kediri. Dan setelah bertemu tersangka , petugas melakukan introgasi dan pada saat di introgasi telah mangakui bahwa dirinya telah menyetubuhi dan selanjutnya mencekik leher serta menyumpal mulut korban dengan menggunakan jilbab milik korban,” tambahnya.
Motif pembunuhan itu dilakukan setelah melakukan hubungan intim dengan korban. Dedyk bermaksud meminta uang pada Mbah Mentil untuk menebus BPKB. Karena Mbah Mentil tidak mau memberi oleh tersangka perhiasan miliknya diambil paksa . Saat kejadian tersebut korban berusaha teriak, oleh tersangka mulut korban di bungkam/di sumpal mulutnya memakai jilbab korban dan lehernya di cekik dengan kedua tangannya hingga korban meninggal dunia.
Lanjut AKBP Anthon, setelah mengetahui korban tidak sadarkan diri, selanjutnya Dedyk mengambil dua buah gelang dan dua buah cincin yang terpakai ditangan korban. Dedyk juga mengambil surat perhiasan yang disimpan di almari. Perhiasan tersebut berdasarkan surat pembelian baru dibeli beberapa minggu sebelum kejadian pembunuhan berlangsung.
“Dedyk juga mengambil uang tunai sejumlah Rp. 1.600.000 yang saat itu diselipkan di stagen korban (centing). Setelah itu Dedyk langsung menutup korban dengan menggunakan jarit dan selanjutnya langsung pergi ke alun alun Kota Kediri. Jadi selain motif asmara tersangka diakhir cerita asmara ini juga ingin menguasai hartanya. Sebab berdasarkan hasil visum dan keterangan tersangka saat berhubungan badan sebelum terjadinya pembunuhan tidak ada unsur paksaan alias suka sama suka,” ungkapnya.
Dalam menjalankan aksinya Dedyk dengan dibantu temannya yang bernama Ahmad Setiawan. Ahmad Setiawan, berusia 25 tahun bekerja sebagai kuli bangunan beralamat di Dusun Kauman RT.02 RW.02 Desa / Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri
Berdasarkan penyelidikan , Ahmad Setiawan berperan mengantarkan Dedyk sebelum melakukan perbuatan pembunuhan dan menjemput di alun alun Kota Kediri setelah tersangka melakukan perbuatannya.
“Kemudian semua perhiasan hasil kejahatan oleh kedua tersangka dijual di pedagang emas tepi jalan di Kelurahan Kemasan Kota Kediri. Semua perhiasan yang diperoleh dibeli oleh pedagang emas Rp. 2.800.000. Selanjutnya Ahmad Setiawan mendapatkan bagian uang hasil kejahatan sejumlah Rp. 1.700.000 dan sudah habis untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan uang sisa yang dibawa Dedyk Rp. 2.700.000,- digunakan untuk membeli barang berupa DVD berikut kaset dan sepasang sound system seharga Rp. 600.000, dan sisanya habis untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas AKBP Anthon
Dari unkap kasus ini polisi juga berhasil mengamankan barang bukti antara lain1 DVD merk Polytron beserta dua buah speaker. 19 kaset. Bungkus rokok "surya 12" berisi 8 batang rokok. Uang tunai sebesar Rp. 17.000, milik Dedyk. Dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna merah Nopol AG-3125-JN beserta kunci milik Ahmad Setiawan
“Untuk Dedyk dalam kasus ini dijerat pasal 339 KUHP atau pasal 365 ayat (3) KUHP).Sedangkah Ahmad Setiawan. Dijerat pasal 339 Jo pasal 56 KUHP atau pasal 365 ayat (3) Jo pasal 56 KUHP,” tandas AKBP Anthon Haryadi, S.IK, M.H
Perilaku menyimpang yang dilakukan Dedyk yakni ini menurut Psikolog Wahyu Utami, M.Si, M.Psi yang juga Dosen Psikologi Fakultas Dakwah Jurusan Psikologi Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri Kecenderungan ini disebut dengan Oedipus Complex.
Yakni pria lebih tertarik dengan wanita yang lebih tua, bahkan yang sudah masuk kategori ibu-ibu sekalipun. Apalagi selama kurun waktu panjang yakni sejak 2013 antara Dedyk dan Mbah Mentil berdasarkan keterangan Dedyk kepada penyidik menjalin hubungan asmara.
“Pria-pria seperti ini justru kurang begitu tertarik dengan wanita yang umurnya lebih muda. Kecenderungan ini disebut dengan Oedipus Complex . Seperti kasus Dedyk yang telah menjalin hubungan asmara dengan Mbah Mentil yang usianya 75 tahun ,” Kata Wahyu Utami pada merdeka.com
Ditambahkan Wahyu, ciri-ciri Oedipus Complex yang dialami pria maupun wanita dalam kasus ini seorang pria cenderung mencari pasangan wanita yang menyerupai figur ibunya atau orang yg mengasuhnya. (res|aro)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



