• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Pariwisata
  3. Literasi Reba Deru (Bagian Keempat) : Zo Wuw..

Literasi Reba Deru (Bagian Keempat) : Zo Wuwu Mai

Umam 09 February 2019 (12:12) Pariwisata

img

Nenowea-NTT.Setelah acara sedo berakhir, peserta langsung menyiapkan diri untuk kegiatan Zo Wuwu Mai. Sementara itu beberapa jenis aksesoris yang digunakan sebelumnya seperti Tuba dan Sau diwajibkan untuk dilepas atau ditanggalkan. Dari pihak Teke Wesu (Sa’o Patola)  menyiapkan Bhuja (sejenis tombak) setelah itu diserahkan kepada  empat pasang laki-laki dan perempuan yang akan berdiri paling depan selama prosesi Zo Wuwu Mai berlangsung.Bhuja tersebut digenggam cukup erat dan berfungsi sebagai pembatas agar peserta tetap berada dalam barisan yang teratur dan rapi.

Secara historis, Bhuja Ga’e atau Bhuja Kawa tersebut merupakan warisan yang diberikan oleh Gale Ga’e dan Ngao Ngedo sebagai pemilik (Mori Wesu) Reba Deru kepada Paji nee Tado sebagai penjaga, pelestari, penerus(Teke Wesu) Reba Deru. Alasan mendasar bahwa Gale Ga’e dan Ngao Ngedo menyerahkan tradisi reba tersebut karena mereka sedang konsentrasi untuk berperang terutama menghalau musuh yang datang dari berbagai penjuru menyerang kampung halamannya.Selain itu Gale Ga’e dan Ngao Ngedo juga menyerahkan Ngia Ngora (lahan pertanian atau ladang maupun hutan) yang harus dikelola untuk menanam padi (pare), ubi (uwi) dan berbagai jenis tanaman yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari terutama jenis tanaman yang mendukung tradisi reba.Ada dua ngia ngora yang dimaksud, yaitu lahan yang berada di Tana Li (Bejo) dan Pomawio. Melalui ngia ngora juga Paji nee Tado mewariskan tradisi budaya tanam yaitu Zo’a Bhoko nee Bere Kedhi. Oleh karena itu kedua Sa’o (Patola dan Gebha Wea) ditahbiskan sebagai pera riwu (pelaku utama) dalam hal menanam. Kedua Ngia ngora yang diberikan tersebut merupakan penjamin komitmen yang diberikan agar Paji nee Tado serius dan sanggup untuk menjaga, meneruskann dan melestarkan Reba Deru.

Zo Wuwu Mai merupakan sub kegiatan Reba yang unik dalam masyarakat Ngada, artinya tradisi tersebut hanya ada dalam Reba Deru dan suku-suku lain yang tersebar di Ngada tidak memilikinya.Keunikan itu terletak pada tata gerak dan lagu serta makna yang terkandung di dalamnya.Dalam tata gerak peserta melakukannya dengan sederhana. Sambil memegang Bhuja Kawa keempat pria yang berada di depan saling berhadapan dengan keempat perempuan sambil bergerak secara berlawanan ke kiri dan ke kanan. Mereka bertindak sebagai pemandu. Selanjutnya peserta yang berada di belakang keempat perempuan dengan kedua telapak tangan terbuka mengikuti gerakan mereka. Peserta harus mundur dan maju beberapa langkah secara teratur  baik ke kiri maupun kekanan sesuai dengan syair yang dinyanyikan.

Lirik yang dinyanyikan selama Zo Wuwu Mai adalah penyebutan nama-nama pasangan dari setiap sa’o meze yang menyebar pada ketiga suku yang melaksanakan Reba yaitu Woe Loma, Woe Deru, dan Woe Bu’u. Contoh;

Pemandu : E e e e me Lina ate ame ka’e, ne Bhoki kau sia fine ga’e, Ne Bhoki kau zo wuwu mai 2x

Peserta : Wuwu mai...wuwu mai ne Bhoki kau zo wuwu mai  ne Bhoki kau zo wuwu  mai...dan seterusnya hingga nama pasangan yang mendiami semua Sao Meze di sebutkan.Sembari melantunkan lirik-lirik tersebut peserta juga melakukan gerakan-gerakan seperti yang disampaikan sebelumnya.

Mendengar namanya dinyanyikan melalui lantunan lirik lagu dan tari zo wuwu mai, maka mereka bergerak memasuki area kegiatan sambil membawa persembahan berupa nasi (maki sewati) daging ayam dan moke dua botol, menuju Nabe (batu) tempat meletakkan persembahan . Makanan dan minuman yang dihantar akan dijadikan santapan bersama setelah rangkaian acara tersebut berakhir.

Melalui lirik dan tata gerak, terutama dengan tangan terbuka kita diajak untuk senantiasa berpasrah kepada wujud tertinggi sembari mengajak kepada manusia yang secara representatif disebutkan melalui nama-nama pasangan yang mendiami Sao Meze menjadi orang yang suka (mudah) memberi, tidak pelit, penyayang dan pengasih, suka menolong, dan baik hati.(John Lobo)


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

18rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :