• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Nasional
  3. Ajarkan Santri Budaya Nusantara, Ponpes Al Fa..

Ajarkan Santri Budaya Nusantara, Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri Gelar Pawai Budaya

15 April 2018 (10:12) Nasional

img

Polresta Kediri  - Kediri (beritajatim.com) - Perkenalkan kebudayaan Indonesia, Pondok Pesantren Al-Falah, di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menggelar Pawai Budaya Nusantara yang diikuti oleh ribuan santrinya. Dalam pawai ini, para santri memakai pakaian adat dan menampilkan seni kebudyaan dari daerah asal mereka dihadapan para masayyih dan masyarakat sekitar.

 

Pawai Budaya Nusantara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama". Setelah itu, tiap-tiap kontingen santri menampilkan kreasi kesenian dari daerah asalnya masing-masing. Mengingat, santri Ponpes Al-Falah berasal dari seluruh daerah di Indonesia.

 

Mereka memperlihatkan pakaian adat dan kesniannya kepada para pengasuh. Dimana, hadir secara langsung, KH. Zaenudin Djazuli, KH. Nurul Huda Djazuli dan KH. Fuad Mun’im , serta para Gus dan pengajar.

Seperti adat kebudayaan masyarakat Betawi, Jakarta. Santri pertunjukkan pakaian khas mereka dan kesenian silat. Kemudian disusul Tari Piring dari Minangkabau, Sumatera Barat. Adapula jaranan khas Kediri dan Tari Remo Girah oleh kontingen dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia atau Lesbumi Nahdlatul Ulama  (NU).

Yaitu, sebuah kesenian Tari Penyambutan yang berasal dari Jawa Timur. Tari ini menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran di medan laga.  Gerakan Tari Remo Girah ini ditata kembali dan disesuaian dengan kebutuhan sajian oleh seorang koreografer dari Desa Girah/Gurah. Tari Remo Girah ini karya Lina Candra Sari, lulusan ISI Yogyakarta.

Lalu juga ada kesenian kerapan sapi dari Madura. Replika dua patung sapi ini dikombinasikan dengan musik patrol. Selain itu, juga berbagai kesenian lainnya sesuai daerah asal para santri.

Nurul Huda Djazuli, selaku pengasuh Ponpes Al-Falah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan Nusantara kepada santri. Sebab, selain dituntut untuk pandai mengaji, santri juga harus memiliki kreatifitas dalam berbagai bidang, termasuk kesenian.

Ditambahkan oleh Gus Dah, sapaan akrab kakak kandung KH. Zainudin Djazuli, Ponpes Al Falah merupakan pondok salafiyah yang tua, tidak merasa tabu dengan kesenian. Namun, justru mendukung pelestarian budaya sebagai upaya untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang terdiri dari berbagai suku dan memiliki ada kebudayaan yang berbeda-beda.

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk kepolisian. Menurut Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi, Parade Seni ini adalah bentuk kepedulian santri dari berbagai daerah di indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan melalui pelestarian budaya. Selain mengapresiasi, pihaknya juga terbantu dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas dan menitipkan pesan anti beritahoax.

Pawai Budaya Nusantara yang diikuti oleh ribuan santri ini rutin setiap tahun, pada akhir tahun ajaran di pondok. Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya dengan jumlah peserta jauh lebih banyak yaitu, kurang lebih 3.000 santri. Adapun rute yang dilalui peserta sejauh 2 kilometer (km) mengelilingi kawasan pondok. (res|an).


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

3rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :