Walikota Mojokerto didampingi Kapolresta dan Tim Visitasi 4 Rumah Sakit Non Rujukan Covid
Bhayangkaranews.com. Polresta Mojokerto Polda Jatim – Jelang libur Nataru, penyebaran Covid-19 mulai meningkat, Walikota Mojokerto bergerak cepat dengan melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap pelayanan kesehatan sebagai unsur utama penanganan covid-19. Rumah sakit sebagai pemberi pelayanan tingkat lanjut dalam penanganan covid-19 telah melakukan berbagai perubahan dan update terkini sesuai kondisi dalam masa pandemic covid-19.
Usai Rakord Visitasi, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi, S.I.K., M.I.K mengikuti Visitasi Rumah Sakit Bersama Walikota Mojokerto dalam rangka Monev Kesiapan Penanganan Covid-19 di Kota Mojokerto yang dipimpin langsung Walikota Mojokerto dari Rumah Rakyat Kota Mojokerto. Kamis (23/12/20) siang.
“Visitasi Rumah Sakit dibagi menjadi dua tim, saya masuk tim I bersama Walikota Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan, Dandim 0815 Mojokerto, Kasat Pol PP Kota Mojokerto, Kabid PSDK Dinkes, Kasie Yankes Dinkes, Kasie Surveilance Dinkes, Kasie Kesling Dinkes, Kasie Promkes Dinkes.” Kata AKBP Deddy Supriadi Kapolresta Mojokerto.
“Tujuan Tim 1 di Rumah Sakit Emma dan Rumah Sakit Kamar Medika sedangkan Tim 2 yang dipimpin Wakil Walikota Mojokerto bersama Kabag Sumda Polresta Mojokerto di Rumah Sakit Islam Hasanah dan Rumah Sakit Reksa Waluya.” Sebut Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy.
Usai melakukan sidak, Walikota Mojokerto mengungkapkan Satgas penanganan covid Kota Mojokerto mengupayakan Bagaimana 6 rumah sakit yang ada di Kota Mojokerto khususnya 4 rumah sakit rujukan ini sudah ada komitmen sejak awal dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan tempat tidur isolasi Covid.
Khususnya 4 rumah sakit rujukan ini gimana sudah ada komitmen awal dengan Dinas Kesehatan, untuk saat ini bisa membantu penanganan terkait lonjakan dalam 1 bulan terakhir secara nasional termasuk di Kota Mojokerto.
“Sidak kita hari ini memastikan tambahan jumlah titik tersebut memang sudah sesuai dengan SOP dan standar Kementerian Kesehatan sarana prasarananya maupun SOP dalam menerima pasien yang akan diisolasi di tempat rumah sakit.” Ucap Walikota Hj. Ika Puspitasari,SE
“Hasil empat Rumah Sakit Rujukan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan SOP Kementerian Kesehatan namun dengan keterbatasan tersebut kita upayakan bisa menyediakan dengan keterbatasan lahan dan sarana prasarana itu tetap bisa menampung ketika terjadi lonjakan jumlah pasien.” Sebut Ning Ita
“Kita upayakan ada penambahan jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan untuk memaksimalkan dengan ketersediaan lahan dan sarana prasarana yang ada di 4 Rumah Sakit. Tapi paling tidak masing-masing ada penambahan 10 dari yang sebelumnya ada instruksi dari Kementerian Kesehatan.” Pungkasnya.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



