Launching Pengamen Tangguh,Joget Kapolresta dengan Walikota Mojokerto dan Dandim hibur Pasien Covid
Bhayangkaranews.com, Mojokerto - Memberikan semangat untuk kesembuhan Dan memberikan hiburan pasien yang Diisolasi karena terpapar virus corona di Rusunawa. Kapolres Mojokerto Kota bersama Dandim 0815 dengan inovasinya membentuk pengamen Kampung Semeru.
Mendapat Perhatian khusus, Walikota Mojokerto yang biasa disapa Ning Ita hadir langsung untuk mendukung penuh dengan memimpin Launching Pengamen Tangguh Semeru di Rusunawa Cinde Kel Prajuritkulon Kota Mojokerto. Sabtu (25/07/20) siang.
Terpilihnya Tiga grup pengamen jalanan di Kota Mojokerto di launching sebagai Pengamen Tangguh Semeru. Selain bertugas untuk menghibur pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Cinde, mereka juga diharapkan menjadi peloor protokol kesehatan.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengapresiasi inovasi Polresta Mojokerto untuk menghibur warga Kota Mojokerto yang menjalani perawatan di Rusunawa, Cinde Kecamatan Prajurit Kulon tersebut. “Kota Mojokerto ini kan, karena perkotaan tentu tidak bisa lepas dari pengamen. Meskipun sudah ada Perda larangan untuk mengamen,” ucap Ning Ita.
Menariknya lagi Walikota Menjemput dokter dan perawat untuk berjoget bersama Kapolresta AKBP Deddy Supriadi, Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto serta Anggota TNI Polri untuk menghibur pasien yang dirawat Di Rusunawa dengan iringan pengamen tangguh semeru.
"Harapan kami ke depan tentu, mereka berkeliling untuk mengamen tetap melaksanakan protokol kesehatan. Bisa menjadi motivasi, sekaligus contoh bagi pengamen-pengamen lainnya. Kemudian, yang diisolasi di Rusunawa ada banyak orang. Tentu mereka berada di sini dalam waktu 14 hari itu, sesuatu yang menjenuhkan karena tidak bisa beraktivitas seperti biasanya,” Pinta Ning Ita.
Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, Polresta Mojokerto bekerja sama dengan Kodim 0815 Mojokerto melakukan inovasi dengan memberdayakan pengamen jalanan yang biasa mengitari Kota Mojokerto. “Mereka diberikan edukasi dan promotif terhadap protokol kesehatan,” Kata Lulusan AKPOL tahun 1999 kepada Media.
Diantara tempat-tempat yang dilewati para pengamen tersebut salah satunya yakni Rusunawa Cinde. Kapolresta menjelaskan, hal tersebut merupakan upaya 3T yang dilakukan Kota Mojokerto. Yaitu Treatment terhadap pasien posisi Covid-19, lanjut Kapolresta, dibutuhkan hiburan agar para pasien tidak merasa jenuh saat menjalani isolasi di Rusunawa Cinde.
“Kami melihat di Kota Mojokerto ini banyak berkeliling grup pengamen jalanan, saat mereka mendatangi restoran atau tempat-tempat kuliner lainnya, dirasakan mereka bermanfaat juga untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya menggunakan masker. Ide seperti ini kami angkat, kami berdayakan supaya saat mengelilingi Kota Mojokerto bisa menyampaikan ke masyarakat,” Terang AKBP Deddy.
Dari tiga grup pengamen jalanan tersebut nantinya secara bergantian dalam satu hari untuk menghibur warga Kota Mojokerto yang menjalani isolasi di Rusunawa Cinde dan petugas nakes. Mereka juga mengelilingi Kota Mojokerto untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



