Kurir Narkoba Internasional sebanyak 3 Kg dan 4000 Pil diungkap Polisi Surabaya
Surabaya – Jaringan Internasional peredaran narkoba masuk Indonesia melalui Surabaya, Dua Warga Malaysia Tersangka Chia Kim Hwa dan Hendry Lau Kie Lee bawa 1 kg shabu diungkap Ditnarkoba Polda Jatim, dan tersangka Leonardo Cristian Tandojoyo jaringan peredaran ke Lapas sebesar 1,2 Kg plus 4000 pil dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Kapolrestabes Surabaya, Dir Narkoba Polda Jatim, Kabid Humas Polda Jatim, mengadakan press Conference tentang keberhasilan Anggota Reserse Nakoba menangkap tersangka dan mengamankan barang bukti Narkotika jenis Sabu dan Pil di Polrestabes Surabaya. Rabu (24/10/2018).
“Tim Khusus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin Iptu Eko Julianto S.H. dan Ipda Yudhi menindak lanjuti informasi masyarakat dengan melakukan penyelidikan ke lokasi yang terindikasi adanya Narkoba. “ Kata Kapolda Jatim
Irjen Pol Luki Hermawan ,“Dan pada hari Minggu, 21 Oktober 2018 sekitar pukul 20.30 WIB di salah satu toko roti di Jl. Arjuno Surabaya berhasil diamankan seorang tersangka bernama Leonardo Cristian Tandojoyo beserta barang bukti berupa 15 butir yang diduga narkotika jenis ekstasi warna hijau dengan logo XTC, 3 unit HP dan 1 unit sepeda Motor Honda Beat warna hitam dengan No.Pol : W-5869-QX.
“Setelah dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka, kemudian dilakukan pengembangan kasus dengan cara melakukan pengeledahan tempat kost tersangka di Jl. Petemon Surabaya.”
“Dari hasil penggeledahan lokasi berhasil diketemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu seberat ± 1,2 kg, 1 bungkus plastik berisi narkotika jenis sabu dengan berat ± 1 Kilogram, 1 tas warna hitam yang didalamnya berisi 1 plastik klip besar berisi narkotika yang diduga ekstasi dengan jumlah 1.800 butir warna hijau dengan logo XTC, 23 tiga plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis ekstasi warna hijau dengan logo tulisan XTC dengan jumlah 2.300 butir, 1 buah alat pres besar, 1 (satu) buah alat pres kecil dan 5 (lima) unit HP.”
“Dari pengakuan tersangka, Modus Operandi peredaran yang digunakan selama ini adalah dengan cara memasukkan narkotika jenis sabu dan ekstasi ke dalam biskuit yang dititipkan di restoran dan toko-toko makanan, yang sudah berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi diambil oleh Ojek Online untuk diantar ke pemesannya. “ tambah Kapolda Jatim
Lanjut “Tersangka menerangkan bahwa barang bukti berupa narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut didapat dari seorang berinisial “P” yang bertemu di Gg Simopomahan Surabaya. Cara pengirimannya meletakkan barang haram itu didekat tempat sampah namun sebelumnya tersangka sudah dihubungi oleh seorang NAPI Lapas berinisial “E” untuk menghubungi saudara “P". urai Kapolda Jatim.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..