Carut Marutnya SPMB SMAN Dan SMKN Di Kabupaten Cirebon Tuai Kecaman
BhayangkaraNews, Kabupaten Cirebon - 25/06/2025 Kekecewaan Yang Terjadi Pada Semua Orang Tua Calon Siswa Siswi SPMB SMAN Dan SMKN Di Kabupaten Cirebon Khususnya SPMB Jalur Domisili Banyak Yang Tidak Masuk Di Sekolahan Yang Dipilihnya Tersebut.
Adanya Kebijakan Dari Gubernur Jawa Barat Tentang SPMB Di Tahun 2025 Yang Menghapus Sistem Zonasi Dengan Diganti Menjadi Jalur Domisili, Berharap Hal Ini Bisa Mengatasi Atas Banyaknya Keluhan Para Orang Tua Siswa Siswi Yang Tidak Bisa Diterima Masuk Ke Sekolah yang Lebih Dekat Dari Rumah itu.
Pasalnya SPMB 2025 Sekarang Ini, Siswa Siswi Yang Mendaftar Menggunakan Jalur Domisili Ini Masih Saja Menggunakan Sistem Zonasi Yang Menggunakan Titik Kordinat Rumah Ke Sekolah Menengah.
Dugaan Ordal Hal Ini Justru Muncul Dibeberapa Para Orang Tua Siswa Siswi, Yang Menjadi Suatu Dugaan Menggunakan Jalur Orang Dalam Untuk Memuluskan Siswa Siswi Tersebut Bisa Diterima Masuk Ke Sekolah Baik SMAN Atau SMKN Di Kabupaten Cirebon.
Saat Awak Media Menyambangi Beberapa Sekolah SMAN Dan SMKN Di Kabupaten Cirebon, Yang Kebetulan Awak Media Saat Itu Bertemu Dengan Para Orang Tua Siswa Siswi Yang Saat Itu Sedang Mendaftarkan Anaknya Di SMAN 1 SUMBER Sambil Membawa Hasil Penerimaan Anaknya Itu, Dengan Hasil Tidak Diterima Masuk Ke Sekolah Itu.
Beliau Pun Mengutarakan Atas Kekecewaan Tersebut Kepada Awak Media "Saya Sangat Kecewa Sekali Mas Anak Saya Tidak Diterima Di Sekolah ini. Padahal Sekolahan Ini Sangat Dekat Dari Rumah Dan Masih Satu Kecamatan Juga Lokasi Sekolahan Ini" Ujarnya".
Kekecewaan Mendalam Yang Di Alami Beberapa Orang Tua Siswa Siswi Yang Tidak Diterima Di Sekolah Pilihannya Itu Hanya Bisa Berpasrah Diri Saja. Dikarenakan Sekolah Pilihan Yang Lainnya Tingkat SMAN Dan SMKN Itu Jaraknya Harus Melewati Tiga Kecamatan
Harapan Kami Sebagai Orang Tua Siswa Siswi Khususnya Untuk SPMB 2025 Bisa Lebih Transparansi Lagi Dalam Hal Penerimaan Calon Siswa Siswi Baru Tersebut. Dan Memohon Untuk Gubernur Jawa Barat Bisa Lagi Merevisi Atas Kebijakannya Itu"Pungkasnya".(Didi.S)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



