• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. Politik
  3. Ande Paru dan Eddy Loke ( APEL ) Siap Melayan..

Ande Paru dan Eddy Loke ( APEL ) Siap Melayani Masyarakat Ngada

Umam 09 October 2019 (09:55) Politik

img

APEL sengaja dipublikasikan di jaringan media untuk memperkenalkan sosok Bapak Andreas Paru dan Bapak Ferdinandus Loke sebagai bakal calon bupati dan calon wakil Bupati Ngada periode 2020 – 2025. APEL adalah singkatan dari nama Ande Paru dan Eddy Loke. Keduanya menyandang spirit untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat Ngada lewat karya pelayanan membangun Ngada. Spirit ini harus terlebih dahulu dipublikasikan agar masyarakat bisa  menilai passion seseorang untuk maju sebagai pemimpin Ngada ke depan. Latarbelakang keduanya, sangat mumpuni.  

Andreas Paru berkarya sebagai anggota kepolisian Republik Indonesia sejak tahun 1985 – 2015. Pada tahun 2015, beliau  mengajukan pensiun dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Beberapa jabatan penting dan strategis, pernah diembani selama berada di Papua. Dia pun mendalami ilmu  Hukum Pidana dan tamat S1 di UNCEN dan kemudian meraih pendidikan S2 di UNHAS tahun 2011. Setelah pensiun dari kepolisian, Andreas Paru mengembangkan Wirausaha di Papua  termasuk mengembangkan usaha pertanian di Flores. Berpengalaman di birokrasi, memiliki ketrampilan mengolah lahan, dan memiliki kapasitas dalam mengembangkan bisnis menjadi modal kuat untuk tampil sebagai calon bupati Ngada ke depan. Beberapa hasil karya nyata , telah ditunjukkan bahkan dinikmati masyarakat Ngada baik yang ada di Papua maupun  di Flores khususnya Ngada. Kehadirannya selama di Papua, sangat membantu masyarakat NTT dengan merelakan tanah yang dimilikinya untuk dibangun rumah bagi warga NTT  dengan aneka kemudahan. Berbagai karya di Ngada juga terlihat. Ada kebun kentang dan bawang di Wajamala Golewa. Ada mesin pengolahan kopi di Langa. Ada dukungan material bagi warga desa yang membutuhkan jaringan air bersih, pembangunan rumah ibadat, dan aneka dukungan  lainnya. Selain itu, Bapak Andreas berkeliling dari desa ke desa untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakat Ngada. Hasil kunjungan ke desa desa, terekam secara jelas. Hasil rekaman ini, dikaji secara mendalam lewat forum-forum terbatas dengan melibatkan mahasisiwa, para dosen, pakar, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pendekatan-pendekatan ini sudah dilakukan untuk mendapatkan data, informasi sebagai bahan baku dalam merancang visi, misi dan Program yang bermanfaat bagi masyarakat Ngada. Hasil kajian, sudah diperoleh. Visi misi dan program, sedang dirancang sambil terus menerus meminta masukan dari semua elemen masyarakat. Masyarakat pun, harus jadi nara sumber utama dalam mengembangkan program.

Harapan agar masyarakat dijadikan nara sumber utama sebelum menyusun program, didukung oleh kehadiran bakal calon wakilnya, Bapak Eddy Loke. Eddy Loke memiliki kompetensi untuk mendesign program pemberdayaan masyarakat. Dalam kapasitasnya sebagai pengurus Komisi PSE KWI, Program Manager dari Caritas Surabaya, Eddy Loke terlibat menyusun program pemberdayaan bersama masyarakat / umat di beberapa Keuskupan di Indonesia. Selain keuskupan Surabaya dan Regio Jawa, Keuskupan-keuskupan  di Regio Papua, Keuskupan Regio MAM (Manado Ambon Makasar), Keuskupan Regio Kalimantan, juga keuskupan-keuskupan di Regio Nusa Tenggara.  Selain itu, Eddy Loke juga membantu konggregasi SVD Provinsi Regio Jawa dalam menyusun Program Go For Borneo di Palangkaraya. Hal ini tidak lepas dari latarbelakang pendidikannya di STF Ledalero, yang kemudian mendapat beasiswa dari Vasten Aktie (Aksi Puasa Pembangunan Belanda) untuk kuliah lagi Bahasa Inggris di Surabaya. Dia pun pernah mengenyam kursus yang dilaksanakan oleh MDF Asia yang secara khusus melatih Project Cycle Management di Jakarta dan Proposal Writing di kota Kolombo Negara Srilanka. Eddy Loke juga pernah menjadi Staf Pusat Penelitian Agama dan Kebudayaan Candraditya Ledalero Maumere bersama Pastor Dr. John Priior SVD dan Pastor Dr. Hubert Muda SVD. Juga pernah menjadi staf di Pusat Penelitian dan Informasi ALOCITA Surabaya, kemudian selama puluhan tahun berkarya di Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi di Surabaya dan lima tahun terakhir menjadi Pengurus PSE KWI Jakarta. Karyanya di tanah Ngada juga terlihat nyata. Eddy ikut mendukung karya PSE paroki-paroki di Keuskupan Agung Ende untuk mengakses program dari Komisi PSE KWI Jakarta.

Kedua sosok ini, ketika disandingkan menjadi paket  APEL (Ande Paru & Eddy Loke) melakukan alur gerakan :  mulai berkunjung ke desa desa.  Dari kunjungan tersebut, lahir inspirasi untuk mengembangkan kota Bajawa, desa  desa dan kampung-kampung di wilayah kabupaten Ngada.  Hasil inspirasi diangkat menjadi materi kajian dengan melibatkan banyak pihak yang berkompeten di bidangnya. Setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak, lahir program yang siap  diimplementasikan di tanah Ngada. Kapasitas keduanya berupa (head = pemikiran, heart= hati  dan hand = perbuatan/ aksi nyata) ingin dipersembahkan kepada  masyarakat Ngada sebagai gerakan cinta tanah Ngada. Dukungan rakyat Ngada, sangat dibutuhkan untuk menjadi pemimpin Ngada ke depan. (John Lobo)


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

46jt

Total Kunjungan

9rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

  • img

    Dede Yusuf Effendi: Pemerintah Terapkan WFH Hemat Miliaran, Kira-kira Apa Dampaknya..?

    Bhayangkaranews, Jakarta - Wacana kebijakan kerja dari rumah atau work..

  • img

    Bersama Wali Kota: Kapolres Tasikmalaya Kota, Laksanakan Ramp Check Kendaraan Umum Mudik Lebaran.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya -Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purw..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :