MPLS di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto
Mojokerto-Kota.Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono SH SIK MSC (Eng) hadir sebagai pembina upacara dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari Senin pagi (15/7/2019) di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto. Pada awal amanatnya pria kelahiran Jakarta itu mengajak seluruh peserta untuk meningatkan kualitas rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Nya yang tiada terputus dan tak terhingga sehingga kegiatan upacara bendera sekaligus pembukaan MPLS Tahun Pelajaran 2019/2020 berjalan sesuai dengan rencana.
Mengutip kata mutiara sakti Presiden pertama RI Ir. Soekarno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”, Kapolresta menuturkan bahwa bung Karno sangat memahami bahwa sebagai pemimpin yang visioner dirinya perlu menempatkan kaum muda atau remaja pada posisi yang strategis untuk melakukan perubahan. Kutipan bijak lain yang disajikan sebagai bahan refleksi adalah “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
Kepada generasi muda yang memasuki lembaran baru dengan seragam putih abu-abu, lulusan terbaik Akpol tersebut menuturkan bahwa proses seleksi masuk tingkat sekolah menengah atas termasuk di SMA Negeri 2 kota Mojokerto beberapa tahun ini dikenal dengan sebutan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan prinsip zonasi. Kendati demikian dirinya yakin dan percaya bahwa yang hadir dihadapannya saat ini adalah siswa-siswi terbaik yang telah berhasil dan layak untuk mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan ini.
Diselingi dengan yel-yel sebagai penyemangat, Kapolresta menyampaikan bahwa ada 4 tantangan yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia yang harus diantisipasi, hal ini sudah dihadapi 5 atau 10 tahun yang lalu namun hari ini tantangan-tantangan itu menjadi semakin krusial, berat, dan semakin kompleks. Tantangan yang pertama adalah ancaman intolenransi, radikalisme, dan terorisme. Tantangan kedua bahaya penggunaan dan peredaran gelap narkoba, ketiga potensi ancaman penggunaan media sosial yang tidak bertanggungjawab serta yang keempat adalah pergaulan bebas dan bahaya kecelakaan lalu lintas.
Kepada 409 peserta didik baru Kapolresta Mojokerto menegaskan bahwa berbagai tantangan yang disebutkan sebelumnya telah diuraikan dengan seksama berdasarkan data dan fakta serta kasusnya sudah dalam penanganan pihak kepolisian. Misalnya sekitar 2 tahun yang lalu di Malang telah diamankan seorang anak yang berusia 14 tahun yang siap untuk melakukan bom bunuh diri. Anak tersebut berasal dari kalangan terdidik yaitu ayahnya seorang rektor dari salah satu perguruan tinggi terkemuka.Anak yang dimaksud terlibat dalam jaringan terorisme melalui media sosial dan internet. Dari kejadian tersebut kita bisa membayangkan perihal penyalahgunaan internet secara tidak bertanggungjawab. Internet dan media sosial bisa mengilhami, mengintevensi, bahkan bisa menghipnotis dan merubah kehidupan seseorang secara radikal. Anak yang seharusnya memanfaatkan masa emasnya untuk belajar tetapi justru malah menyimpang dan menggunakan waktunya untuk kegiatan-kegiatan terorisme.
AKBP Sigit Dany Setiyono SH SIK MSC (Eng) juga menceritakan fakta yang berkaitan dengan tantangan kedua yang terjadi di kota Mojokerto tepatnya pada hari Jumat yang lalu dimana dirinya harus menghadapi kejadian beberapa siswa/siswi SMP dan SMA yang ditangkap oleh Direktorat Reskoba Polda Jawa Timur. Hal yang mencengangkan dari kasus tersebut adalah bahwa 7 orang pelajar itu bukan saja menggunakan narkoba tetapi juga ikut mengedarkannya, dengan jumlah barang bukti dimana setiap orang memiliki 25 gram narkoba. Andaikan 1 gram narkoba itu diedarkan dan dikonsumsi oleh hampir 20 orang maka bayangkan berapa puluh orang yang sudah diracuni oleh jaringan ini.Ternyata jaringan-jaringan narkoba yang ada di kota ini modusnya menggunakan adik-adik yang masih SMP dan SMA untuk menghindari kecurigaan dari petugas. Terhadap 7 orang ini akan tetap dikenani aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Bisa dibayangkan betapa hancurnya masa depan mereka saat ini, begitu juga keluarga dan sekolahnya. Demikian juga dengan kasus-kasus lainnya yang berkaitan dengan tantangan ketiga dan keempat disajikan dengan data yang akurat.
Dari gambaran tersebut Kapolresta Sigit mengajak “ Sadarilah bersama bahwa selain adik-adik memiliki mimpi-mimpi besar yang harus diwujudkan, keberadaan kalian merupakan bagian dari mimpi indah orang tua dan bangsa ini “. Adik-adik dituntut untuk tumbuh dan berkembang sebagai generasi muda yang disiplin dan bertanggungjawab baik kepada diri kalian sendiri maupun kepada lingkungan terdekat hingga lingkungan terbesar dalam wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia.
Jika kita hendak kembali mengafirmasi diktum Latin yang berbunyi: Historia Magistra Vitae.Sejarah adalah guru kehidupan, maka kita akan kembali menemukan secercah inspirasi yang berpendar relevan untuk kita kontekstualisasikan hingga kini. Inspirasi itu berkelindan ihwal kehidupan AKBP Sigit Dany Setiyono SH SIK MSC (Eng) anak seorang buruh pabrik ban yang berhasil masuk ke SMA Taruna Nusantara di Magelang hingga Akademi Kepolisian . Demikian juga pengalamannya tatkala menjalani penugasan pada berbagai wilayah di tanah air hingga tugas belajar di London sebagai upaya membangun diri (John Lobo).
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



