Bincang Santai Peduli Ngada
Surabaya-Jawa Timur.Sekitar 75 orang warga Ngada yang ada di Surabaya dan sekitarnya mengikuti kegiatan bincang santai di rumah makan Seafood Surabaya pada hari Minggu (9/6/2019).Kegiatan tersebut diselenggarakan atas inisiatif Andreas Paru yang bekerja sama dengan para tokoh muda Ngada Surabaya dan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda dan Pelajar Mahasiswa asal Ngada (IPPEMNAS). Kebersamaan dalam bincang santai tersebut bertujuan untuk menggali dan sharing gagasan serta menemukan formulasi konstruktif membangun Ngada lima tahun kedepan. Kesempatan yang sangat berharga ini merupakan media pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas cakrwala berpikir dan memperdalam rasa cinta serta kepedulian terhadap kampung halaman, demikian tutur Rino Nawa atas nama teman-teman mahasiswa . Pemuda asal Naru tersebut berulang kali menyampaikan rasa syukur atas kasih Tuhan dan berterima kasih kepada Andreas Paru serta para senior seperti Eddy Loke, Yoman Dose, dan Tarsisius N Nau yang telah melibatkan mereka dalam aktivitas pencerdasan atau literasi politik. Demikian juga dengan pertisipasi hadirin yang cukup banyak kendati undangannya hanya dishare via media WhatsApp.
Pasca perkenalan, Andreas Paru menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan dirinya untuk tampil dalam kontestasi Pilkada Ngada pada tahun 2020. Dua motivasi dasar tersebut antara lain ; melanjutkan dan menuntaskankan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia yang belum merata di kabupaten Ngada , kedua adalah perihal pertanggungjawaban iman Kristiani bahwa hidup akan berarti jika mampu menjadi berkat dan bernilai bagi orang lain. Secara detail, lulusan pasca sarjana hukum Universitas Hasanudin Makasar itu menyampaikan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa dan jika dikelola dengan baik akan memakmurkan rakyat Ngada itu sendiri. Ada beberapa sumber potensi daerah yang bisa mendatangkan uang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita salah satunya adalah bidang Pariwisata.
Menurut suami dari Sisilia dan ayah 4 putra ini, kriteria pemimpin yang dibutuhkan Ngada untuk masa mendatang adalah memiliki kemampuan kewirausahaan yang mumpuni. Kepemimpinan jenis ini tentu berorinetasi pada kesejahteraan masyarakatnya. Dia adalah seorang eksekutor yang baik, pembangun tim yang solid, menjadi pendengar yang baik, sosok yang berani mengambil resiko, memiliki pemikiran yang terbuka, serta memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Kriteria yang kedua adalah paham tentang birokrasi. Sebagai pensiunan Polri dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) beliau sangat memahami persoalan seputar birokrasi dan segala seluk beluk yang ada didalamnya. Memahami birokrasi artinya mampu meningkatkan profesionalisme aparat birokrasi sehingga bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat serta menciptakan iklim aparat birokrasi yang berintegritas dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Pada sesi dialog, Andreas Paru mampu merespon setiap pertanyaan dengan jawaban yang logis dan terukur sehingga memberi gambaran dan kesan pada peserta bahwa beliau sungguh memahami persoalan yang ada di Ngada. Hal ini tentu tidak terlepas pula dari kepiawaian Eddy Loke sebagai moderator dalam mengelola dialog sehingga hadirin tetap antusias hingga larut malam (john lobo)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



