Menjadi Pemimpin itu Sebuah Talenta
Mojokerto-Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan organisasi independen yang ada di lingkungan sekolah sekaligus sebagai media pembelajaran bagi siswa/siswi dalam berorganisasi. Demikian sambutan yang disampaikan oleh Paulus Kuntoro, S.Psi, M.MPd Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMPK) Santo Yusup ketika membuka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang berlangsung sejak Rabu hingga Kamis (31 Oktober – 01 November) di Wisma Kartini Pacet, Mojokerto. Kepada 37 peserta sekaligus pengurus OSIS tahun pelajaran 2018/2019 Pak Koen begitu biasa disapa berpesan agar memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana untuk membekali diri dalam mengembangkan talenta kepemimpinan yang dipercayakan Tuhan.
Jadwal kegiatan selama dua hari sangat padat oleh karena itu para peserta dituntut untuk belajar tentang kedisiplinan dalam mengelola waktu. Demikan juga dengan materi yang disampaikan berbeda dengan periode sebelumnya. Pada LDKS kali ini ada beberapa materi baru antara lain : Spiritualitas Santo Yusup, Kepemimpinan yang Literat, dan Enterprenuer Leadership. Salah satu tokoh penting bagi umat kristiani -secara khusus lagi Katolik- adalah Santo Yusup yang dirayakan setiap tanggal 19 Maret. Meskipun tidak banyak dibicarakan dalam literatur Kristen -karena semua teologi dan spiritualitas kristen terfokus pada pribadi Yesus- namun sosok Yusup tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Oleh karena keteladanan santo Yusup yang terdiri dari kerendahan hati, bersatunya iman dan perbuatan, pendengar yang ulung, pelindung wanita dan anak-anak, serta suara kaum buruh senantiasa menjiwai spirit para pengurus OSIS yang baru.
Pada sesi Kepemimpinan yang literat, John Lobo memaparkan romantika literasi Indonesia dan peran ibu Kartini dan Presiden Republik Indonesia mulai dari Ir. Soekarno hingga Ir. Joko Widodo dalam membumikan literasi di tanah air. Akhir materi peserta diajak untuk mendesain Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk menghidupkan gerakan literasi di sekolahnya. Respon peserta sangat baik hal ini dilihat dari antusiasme mereka dalam diskusi kelompok, menulis jawaban sekaligus RTL dan mempresentasikan di hadapan peserta lainnya. Demikian juga pada materi Enterprenuer Leadership yang disajikan oleh bu Kusuma serta organisasi dan administrasinya yang dipaparkan oleh Pak Yoyok. Hari pertama kegiatan ditutup pada pukul 22.00. Berikutnya dilanjutkan dengan beberapa materi hari kedua hingga penutupan pada jam 13.00 atau setelah makan siang.
Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, ibu Wigati Prastiwi, S.Psi selaku ketua panitia menaruh ekseptasi possitif terhadap LDKS tahun ini. Alasannya sama seperti yang disampaikan oleh kepala sekolah. Hanya, sisi lain yang menjadi catatan guru pengampu mata pelajaran Bimbingan dan Penyuluhan ini adalah kemampuan peserta mengaplikasian dan menyesuaikan materi yang didapat kedalam program yang akan disusun. Menurut ibu dua anak ini salah satu ciri pemimpin yang baik adalah lewat keteladan.
Sementara itu Gracia Elizabeth dan Evan Ferdio masing-masing yang menempati posisi seksi Budi Pekerti dan seksi Keamanan memiliki kesan yang sama tentang LDKS yaitu, menyenangkan. Gracia siswi kelas VIII A menuturkan bahwa, senang mengikuti kegiatan ini (LDKS) karena diajari tentang kewirausahaan dan literasi, kedua materi ini baru dan sangat menarik. “ Saya tidak menduga ada materi sebagus ini” kata gadis dengan kulit sawo matang tersebut. Pendapat tersebut,juga diamini oleh Evan Ferdio yang juga teman sekelas Gracia.
(John Lobo : Guru SMAN 2 Kota Mojokerto)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



