• Login
  • |
  • Registrasi
  • Nasional
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Lalulintas
  • DikBud
  • Pariwisata
  • Tekno
  • Ekonomi
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Info Layanan Public
  • Literasi

BREAKING NEWS

Dalam Keadaan Telanjang Pelaku dan Pria Hidung Belang di Tangkap Tim Rajawali Polresta Mojokerto | Polisi Peduli Bencana : Kasat Lantas Lakukan JUBAH kepada Warga yang Terdampak Musibah | Keren, Mobil AWC Disulap Jadi Mobil Penyemprotan Disinfektan untuk Memutus Penyebaran Covid19 | Dua Santri Asal Kota Mojokerto siap Jadi Role Model MTQ Kapolda CUP |
  1. Home
  2. DikBud
  3. Guru Profesional dalam Merespon Perubahan Zam..

Guru Profesional dalam Merespon Perubahan Zaman

Umam 01 September 2018 (11:52) DikBud

img

Surakarta-Dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru Agama, Direktur Bimbingan Masyarakat Katolik mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada empat puluh enam guru agama Katolik baik Pegawai Negeri mapun swasta selama lima hari (1-5/9) di hotel Harris Solo Jawa Tengah. Peserta yang hadir merupakan utusan dari berbagai provinsi yang ada di pulau Jawa antara lain, Provinsi DKI Jakarta lima orang guru, Banten mengirimkan dua peserta, Jawa Barat terdiri dari lima guru, Jawa Tengah delapan orang guru, Daerah Istimewa Yogyakarta delapan peserta serta Jawa Timur mengirimkan peserta atau guru paling banyak yaitu lima belas orang.Tema yang diusung adalah Dengan Bimtek, Kita Tingkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Agama KAtolik di Indonesia.

Direktur Bimas Katolik, Drs Eusabius Binsasi baik pada saat menyajikan materi tentang Visi Misi Ditjen Bimas Katolik di Bidang Pendidikan Agama memaparkan bahwa ada tiga komponen yang paling utama dalam penyelenggaraan proses pendidikan, yaitu Guru, murid, dan sarana. Perihal keberadaan guru, Dirjen asal Nusa Tenggara Timur tersebut banyak membagi pengalamannya sebagai guru dan inspirasi yang didapatkannya ketika melakukan perjalanan dinas keliling Indonesia.Ada beberapa hal penting yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Dirjen Bimas Katolik dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Kedua berupa ajakan kepada guru agama Katolik untuk terus memperdalam dan menyesuaikan kompetensinya agar mampu menjawab tuntutan masyarakat dan tuntutan zaman . “Kita lulus kuliah sekitar tahun 1990 an harus mengajar anak-anak pada tahun 2018 sehingga mereka bisa hidup pada tahun 2030”. Menghadapi kondisi demikian guru harus profesional dalam menyikapi perubahan.

Lebih lanjut, Dirjen menyampikan bahwa tujuan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara serta meningkatkan iman dan ketakwaan peserta didik. Oleh karena itu penyelenggaraan Pendidikan Agama Katolik di sekolah harus tetap menjaga keseimbangan unsur pengetahuan (knowledge) (kognitif), afektif  yang berkaitan dengan sikap dan nilai, serta psikomotor yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.Problem yang terasa saat ini adalah minimnya pengetahuan anak-anak tentang hal-hal seputar iman Katolik, terutama kemampuan mempertanggungjawabkan imannya secara kognitif.Banyak harapan yang diletakkan dan dipercayakan kepada anak-anak.Apakah mereka nanti akan mati sebagai martir atau mati sebagai orang bodoh ?

Direktur Pendidikan Katolik, Fransiskus Endang, SH, MM kembali mempertajam visi dan misi tersebut melalui Kebijakan Pemerintah di Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Katolik. Beberapa kebijakan yang disebutkan antara lain, pembentukan taman Seminari, kebijakan tentang Perguruan Tinggi yang memyiapkan calon guru agama Katolik (Sekolah Tinggi Pastoral) serta konsep pelayanan Bimbingan Masyarakat Katolik. Durasi waktu yang tersedia selama 120 menit ini juga digunakan sebagai kesempatan untuk mendengarkan berbagai masukan atau informasi dari para guru tentang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun persoalan-persoalan lain yang berkaitan dengan kapasitasnya sebagai guru agama Katolik.

Penulis : John Lobo, Guru SMA Negeri 3 Kediri


Facebook Twitter Google+ LinkedIn Pinterest

Komentar





Berita yang direkomendasi

  • img

    Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea

    Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..

  • img

    Buku untuk Tulang Bawang

    Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..

  • img

    Geliat Literasi dari Lekosoro

    Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..

  • img

    Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri

    Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..

Ucapan hpn


Paling Populer

  • #1
    Cegah Kepadatan Lalin \Bhabin Serangan Polresta Denpasar Laksanakan Pengaturan
  • #2
    Literasi Kemanusiaan Melalui Palang Merah Remaja
  • #3
    PERPANJANGAN SIM DAN PAJAK STNK BISA DILAKUKAN DI MALL PELAYANAN PUBLIK SRITANJUNG
  • #4
    Viral di Medsos, Bayi Terlahir Tanpa Anus Dibantu Biaya Perawatannya Oleh Polisi

Statistik Pengunjung

47jt

Total Kunjungan

22rb

Hari Ini Dikunjungi

0

Total Komentar

  • Berita terbaru
  • Komentar Terbaru
  • img

    Isu Nikah Siri Mencuat, Oknum Anggota Polres Pekalongan Jadi Sorotan Publik

    Pekalongan – Sebuah isu tengah tercium dan mulai merebak di tengah m..

  • img

    Program Polantas Menyapa: Petugas Samsat Kota Tasikmalaya, Berikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

    Tasikmalaya Kota - Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, melalui Aiptu Ag..

  • img

    Awas..! Hindari Praktek Calo Saat Membuat Laporan Kecelakaan Dan Santunan Jasa Raharja Kecelakaan.

    BhayangkaraNews, Tasikmalaya - Bagi masyarakat yang membutuhkan layana..

Bhayangkara TV

Redaksi

Info Layanan Public

imgimgimgimg

Copyright © 2016 - 2026 Bhayangkara News

Dikembangkan oleh Natusi

Fans Page :