EMPAT HARI MENJABAT: KEPALA STAF KEPRESIDENAN DUDUNG LANGSUNG KELUARKAN PERINGATAN KERAS SOAL MBG
BhayangkaraNews, Jakarta - Belum genap sepekan duduk di kursi Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sudah mengirim sinyal tegas: jangan coba-coba main-main dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Pesan itu ia sampaikan dengan lugas di hadapan peserta Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Hanya empat hari setelah dilantik menggantikan Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ke-33 itu langsung menetapkan garis batas yang jelas.
"Kalau tidak benar pelaksanaan di lapangan, akan saya babat nanti," kata Dudung, tanpa basa-basi.
Yang ia maksud bukan ancaman kosong. Dudung menjelaskan bahwa Kantor Staf Presiden punya dua fungsi utama: menjembatani komunikasi antara rakyat dan pemerintah, sekaligus mengawasi jalannya program-program nasional. Dan program yang paling ia soroti adalah dua andalan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
"Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti MBG, Sekolah Rakyat dan sebagainya," ujarnya.
Ketegasan ini bukan sesuatu yang mengejutkan bagi siapapun yang mengenal rekam jejak Dudung. Ia adalah perwira yang semasa aktif dikenal tidak segan bertindak langsung ketika menemukan sesuatu yang dinilainya tidak beres. Kini, dengan mandat sipil di tangan, ia membawa karakter yang sama ke dalam pengawasan program pemerintah.
Di luar soal program MBG, Dudung juga menyinggung hal yang lebih besar: wawasan kebangsaan. Ia menilai, di tengah gejolak global yang penuh konflik, Indonesia hanya punya satu modal utama yang tidak boleh digadaikan, yaitu persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan golongan.
Ia juga secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret arus informasi yang menyesatkan dan provokatif di media sosial.
"Oleh karenanya mari mata, telinga kita pasang untuk tetap mendengar, tetap melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Tidak kemudian terbawa dengan informasi-informasi yang menyesatkan," tegasnya.
Pesan dari Dudung hari itu sederhana namun berat: program pemerintah bukan seremoni di atas kertas. Ada orang yang akan mengawasi langsung apa yang terjadi di lapangan. Dan jika ditemukan penyimpangan, tidak akan ada ampun. (***)
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



