PRD Surabaya Bangun Posko Tangkal Corona Bersama Warga
Surabaya - Awal tahun 2020 ini, dunia dihebohkan dengan munculnya virus baru, Corona Virus Disease 19 (COVID-19). Pertama kali, virus ini terdeteksi secara medis di Kota Wuhan, Hubei, China pada Desember 2019 lalu. Saat ini, sudah ada ratusan ribu korban yang positif terpapar virus yang mematikan ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan secara resmi bahwa wabah virus Corona sebagai pandemi global. Artinya, wabah virus ini sudah dianggap sebagai penyakit yang tersebar ke seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, Corona sudah mulai menyebar ke seluruh pelosok negeri. Menurut juru bicara pemerintah Achmad Yurianto pada Minggu (22/3), jumlah pasien positif Corona bertambah sebanyak 64 orang, sehingga total pasien yang terjangkit virus Corona menjadi 514 orang. Disamping itu, korban meninggal dunia mencapai 48 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 29 orang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa pada Jumat (20/3) mengumumkan jumlah warganya yang positif terjangkit COVID-19 sebanyak 15 orang, dari 15 orang tersebut 13 diantaranya ada di Surabaya dan 2 di Malang.
Merespon hal tersebut Komite Pimpinan Kota - Partai Rakyat Demokratik (KPK - PRD) Surabaya bersama warga RT 07 / RW 08, Kel. Tembok Dukuh, Kec. Bubutan, Kota Surabaya berinisiatif membangun Posko Tangkal Corona (POSTACOR). Kedepan, POSTACOR diharapkan menjadi wadah bagi warga Surabaya untuk membangun persatuan dan solidaritas menangkal penyebaran COVID-19.
POSTACOR melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan ke rumah-rumah warga di lingkungan RT 07 / RW 08 dan fasilitas umum seperti mushollah, TK, dan Sentra Buku Kampung Ilmu Jl. Semarang pada minggu pagi (22/3). Selain itu, POSTACOR juga menyediakan cairan antiseptik di beberapa titik yang sering dilalui warga.
Kegiatan ini juga diikuti oleh ketua RT 07, ketua RW 08 serta beberapa relawan dari LMND Surabaya dan warga. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyemprotkan cairan disinfektan.
Ketua RW 08 Fajar ketika membuka kegiatan penyemprotan mengatakan bahwa masyarakat harus bergotong royong untuk melindungi diri dari dan lingkungan sekitar dari ancaman wabah virus Corona.
“Hari ini, kita warga Surabaya khususnya warga RT 07 / RW 08 dengan swadaya memberantas virus Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dan menyediakan cairan antiseptik sebagai rangka untuk menjaga diri kita bersama. Harapannya apa yang saudara-saudara lakukan ini bisa mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan kita.”, ujar Fajar.
Koordinator POSTACOR Samirin ketika ditemui media mengatakan bahwa Pemerintah khususnya Pemerintah Kota Surabaya masih terkesan menutup informasi yang berkaitan dengan peta kawasan penyebaran virus ini. Padahal, dengan adanya peta sebaran, masyarakat dapat melakukan antisipasi secara mandiri.
“Sampai saat ini belum ada peta kawasan sebaran virus, padahal informasi ini sangat penting diketahui oleh publik agar warga dapat lebih berhati-hati dan waspada.”, tandasnya.
Ditambah lagi, kata Samirin, keberadaan masker yang dapat digunakan sebagai alat pelindung diri (APD) juga sangat langka. Ia berharap Pemkot Surabaya bergerak cepat dengan membagikan masker secara gratis kepada warga.
“Harga masker mahal, stok langka, Pemkot tidak membagikat kepada warga. Padahal pemberitaannya kemarin bilang Pemkot menimbun masker sebagai persiapan untuk dibagikan kepada warga, nyatanya tidak ada. Mayoritas relawan yang ikut pada kegiatan pagi ini juga tidak dilengkapi masker, karena memang sulit mendapatkannya.”, ujar Samirin yang juga merupakan ketua PRD Surabaya ini.
Samirin juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk lebih efektif dalam mengeluarkan kebijakan dan tindakan dalam penanganan COVID-19.
“Kedepankan kemanusiaan, keselamatan dan kesehatan warga daripada hanya soal ekonomi semata”, ucapnya.
PRD Surabaya berharap pemerintah dapat terlibat untuk bersama warga membangun Posko Tangkal Corona (POSTACOR) yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat terlatih. Menurut PRD Surabaya, POSTACOR ini harus ada di berbagai kelurahan atau bahkan RW se-Surabaya. Sejauh ini POSTACOR yang dibuat oleh PRD Surabaya dan warga berlokasi di Jl. Lamongan No. 57A, Kec. Bubutan, Kota Surabaya
Pemerintah dapat melakukan pelatihan kepada relawan warga secara praktis sebagai bekal untuk memberi edukasi kepada masyarakat akan bahaya Corona.
“Posko ini bisa dipimpin oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan terkoordinasi dengan fasilitas kesehatan secara langsung. Harapannya kita bisa mengkonsolidasikan seluruh stakeholder untuk sama" melawan Corona. Posko ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mengedukasi warga.”, tutur Samirin.
Tidak hanya itu, Samirin juga mendesak kepada Pemkot untuk melakukan pemeriksaan dan tes kesehatan secara massal dan gratis kepada warga. Menurutnya, Pemkot harus mengerahkan tenaga kesehatan untuk menjemput bola dengan mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu.
Berita yang direkomendasi
-
Kolaborasi Gerakan Literasi Melalui Pustaka Bebas Bea
Mojokerto-Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku (GKdb) John Lobo Selas..
-
Buku untuk Tulang Bawang
Tulang Bawang.Lampung-Taman baca Ceria (Cerdas dan Gembira) yang terle..
-
Geliat Literasi dari Lekosoro
Bajawa.Flores- Pegiat literasi sekaligus pengelola taman baca Ratu Dam..
-
Tips Sukses Public Speaking Dari Divisi Humas Polri
Jakarta - Komunikasi publik atau public speaking adalah..



